<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: MENDAKI GUNUNG =  MENGHARGAI HIDUP</title>
	<atom:link href="http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2011 07:44:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Refleksi Kecil di Semeru &#124; cantigi.net</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-265</link>
		<dc:creator>Refleksi Kecil di Semeru &#124; cantigi.net</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 08:31:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-265</guid>
		<description>[...] inilah salah satu jawaban dari sekian banyak alasan mengapa seseorang mendaki Gunung. Selain menghargai hidup, kita diajarkan untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. Kita tidak akan pernah mengerti  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] inilah salah satu jawaban dari sekian banyak alasan mengapa seseorang mendaki Gunung. Selain menghargai hidup, kita diajarkan untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. Kita tidak akan pernah mengerti  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Apa Alasan Anda mendaki Gunung? &#124; cantigi.net</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-260</link>
		<dc:creator>Apa Alasan Anda mendaki Gunung? &#124; cantigi.net</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 02:26:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-260</guid>
		<description>[...] Mendaki Gunung = Menghargai kehidupan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Mendaki Gunung = Menghargai kehidupan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andrie.ex-steris.com &#124; andrie</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-35</link>
		<dc:creator>andrie.ex-steris.com &#124; andrie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:20:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-35</guid>
		<description>[...] inilah salah satu jawaban dari sekian banyak alasan mengapa seseorang mendaki Gunung. Selain menghargai hidup, kita diajarkan untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. Kita tidak akan pernah mengerti  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] inilah salah satu jawaban dari sekian banyak alasan mengapa seseorang mendaki Gunung. Selain menghargai hidup, kita diajarkan untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. Kita tidak akan pernah mengerti  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ezzy</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-34</link>
		<dc:creator>Ezzy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 12:58:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-34</guid>
		<description>dah nyoba koq K&#039;,, hehe,,
ney kali ke 2 Z baca ney,,
klo g salah,, da di site K&#039; kan??? hehe,, sotoy!!!
smua yang K&#039; bilang bener,,
Qt bukanlah cyapa2 ktika Qt da di alam,,,
mensyukuri pa yang tlah diciptakanNya,,  ntu yang Z dapet waktu Z naek,, hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dah nyoba koq K&#8217;,, hehe,,<br />
ney kali ke 2 Z baca ney,,<br />
klo g salah,, da di site K&#8217; kan??? hehe,, sotoy!!!<br />
smua yang K&#8217; bilang bener,,<br />
Qt bukanlah cyapa2 ktika Qt da di alam,,,<br />
mensyukuri pa yang tlah diciptakanNya,,  ntu yang Z dapet waktu Z naek,, hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dandy</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-33</link>
		<dc:creator>dandy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 10:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-33</guid>
		<description>pengalaman di ciremai....

bahwa hidup itu sulit...

hidup itu penuh dengan pilihan......
hidup itu adalah kedewasaan dalam memilih...

wakakakakakakakaakakakakak....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengalaman di ciremai&#8230;.</p>
<p>bahwa hidup itu sulit&#8230;</p>
<p>hidup itu penuh dengan pilihan&#8230;&#8230;<br />
hidup itu adalah kedewasaan dalam memilih&#8230;</p>
<p>wakakakakakakakaakakakakak&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andrie</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-32</link>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 01:45:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-32</guid>
		<description>Sempet gw copy juga thread ini di kaskus dengan link http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1609819, berikut komentar yang masuk :

&lt;strong&gt;taboe&lt;/strong&gt;
hidup dan mati Tuhan yang menentukan....
mendaki gunung atau tidak adalah suatu pilihan....

dengan mendaki gunung kita akan lebih bisa memahami dan memaknai hidup ini, jangan dengarkan apa kata orang..... tapi yang harus kita ingat kita harus selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem di gunung dengan sikap dan perbuatan kita. Jangan sampai kita memuang sampah di gunung dan merusak lingkungan sekitar...

cibiran itupun pernah saia alami ketika waktu pertama kali saia naik gunung... ngapain sih naik gunung udah bawa tas berat, dingin, keluarin banyak biaya, nyawa sebagai taruhannya, capek mending di rumah, begitu sebagian kata2 yg terucap.....

tanpa kita sadari dengan naik gunung kita pasti mengalami perubahan sikap dan pola pikir, dan akhirnya dengan perubahan itu mereka yg tadinya mencibir skr bisa meahami dan mengerti............

karena kita di didik dan di tempa oleh alam, bagaimana kita bisa mengharai hidup ini, menghargai teman, sosial kemasyarakatan terlebih menghargai dan mensyukuri anugerah ciptaan Tuhan semesta alam...........

&lt;strong&gt;tirta13&lt;/strong&gt;
setuju gan...tapi gak semua orang yang bergelut dalam alam benar2 mengerti makna dari semua kegiatan itu.

banyak dari mereka melakukan kegiatan tersebut hanya untuk bersenang-senang tanpa ada pemahaman lebih dalam tentang makna kegiatan tersebut. sangat banyak sekali contohnya.

bahkan dari banyak pendaki gunung (yang sebagian mengaku sebagai pecinta alam) belum bisa menunjukkan sikap seorang pecinta alam yang baik.itulah yang harus kita besama2 benahi. karena itu merupakan salah satu sebab munculnya anggapan buruk tentang kegiatan alam bebas.

&lt;strong&gt;ariefkomo&lt;/strong&gt;
Ini bentuk yang lebih &#039;indah&#039; dari pemikiranku dan teman2 mendakiku.

&lt;strong&gt;lolitania&lt;/strong&gt;
jadi inget kata2 Soe Hoek Gie

&lt;strong&gt;onezz&lt;/strong&gt;
kata2 soe hok gie yg mana tuh??

&lt;strong&gt;taboe&lt;/strong&gt;
yang ini kali ya &quot;“lebih baek di kucilkan,dari pada hidup dalam kemunafikan”
ato yg ini &quot;anugrah yang terbaik adalah mati muda&quot;

&lt;strong&gt;hahaha_ha&lt;/strong&gt;
bukannya &quot;lebih baik diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan&quot;...

&lt;strong&gt;ulangalik&lt;/strong&gt;
saya setuju dengan kalimat dibawah ini

Peduli pada alam membuat siapapun akan lebih peduli pada saudaranya, tetangganya, bahkan musuhnya sendiri. Menghargai dan meyakini kebesaran Tuhan, menyayangi sesama dan percaya pada diri sendiri, itulah kunci yang dimiliki oleh orang – orang yang kerap disebut petualang ini. Mendaki gunung bukan berarti menaklukan alam, tapi lebih utama adalah menaklukan diri sendiri dari keegoisan pribadi. Mendaki gunung adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama.

&lt;strong&gt;arek_rimba&lt;/strong&gt;
Dengan dekat dengan alam hati kita bisa terlatih untuk lebih sensitiv terhadap apapun, dengan tidak sadar kita bisa saja tau bila akan ada bencana, karena kita sudah terlatih di keadaan alam yg sesungguhnya. Dengan dekat (=menghargai) Alam secara tidak langsung kita akan terasa dekat dengan Sang Pencipta. Kenalilah Alam maka kamu akan mengenal siapa dirimu, dan bila kamu Mengenal dirimu maka kamu akan Mengenal juga Tuhanmu.

&lt;strong&gt;hahaha_ha&lt;/strong&gt;
Amin...

&lt;strong&gt;pang-pang&lt;/strong&gt;
dengan naik gunung bukan berarti kita mempercepat kematian
dengan tidak naik gunung pun bukan berarti kita memperlambat kematian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sempet gw copy juga thread ini di kaskus dengan link <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1609819" rel="nofollow">http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1609819</a>, berikut komentar yang masuk :</p>
<p><strong>taboe</strong><br />
hidup dan mati Tuhan yang menentukan&#8230;.<br />
mendaki gunung atau tidak adalah suatu pilihan&#8230;.</p>
<p>dengan mendaki gunung kita akan lebih bisa memahami dan memaknai hidup ini, jangan dengarkan apa kata orang&#8230;.. tapi yang harus kita ingat kita harus selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem di gunung dengan sikap dan perbuatan kita. Jangan sampai kita memuang sampah di gunung dan merusak lingkungan sekitar&#8230;</p>
<p>cibiran itupun pernah saia alami ketika waktu pertama kali saia naik gunung&#8230; ngapain sih naik gunung udah bawa tas berat, dingin, keluarin banyak biaya, nyawa sebagai taruhannya, capek mending di rumah, begitu sebagian kata2 yg terucap&#8230;..</p>
<p>tanpa kita sadari dengan naik gunung kita pasti mengalami perubahan sikap dan pola pikir, dan akhirnya dengan perubahan itu mereka yg tadinya mencibir skr bisa meahami dan mengerti&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>karena kita di didik dan di tempa oleh alam, bagaimana kita bisa mengharai hidup ini, menghargai teman, sosial kemasyarakatan terlebih menghargai dan mensyukuri anugerah ciptaan Tuhan semesta alam&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p><strong>tirta13</strong><br />
setuju gan&#8230;tapi gak semua orang yang bergelut dalam alam benar2 mengerti makna dari semua kegiatan itu.</p>
<p>banyak dari mereka melakukan kegiatan tersebut hanya untuk bersenang-senang tanpa ada pemahaman lebih dalam tentang makna kegiatan tersebut. sangat banyak sekali contohnya.</p>
<p>bahkan dari banyak pendaki gunung (yang sebagian mengaku sebagai pecinta alam) belum bisa menunjukkan sikap seorang pecinta alam yang baik.itulah yang harus kita besama2 benahi. karena itu merupakan salah satu sebab munculnya anggapan buruk tentang kegiatan alam bebas.</p>
<p><strong>ariefkomo</strong><br />
Ini bentuk yang lebih &#8216;indah&#8217; dari pemikiranku dan teman2 mendakiku.</p>
<p><strong>lolitania</strong><br />
jadi inget kata2 Soe Hoek Gie</p>
<p><strong>onezz</strong><br />
kata2 soe hok gie yg mana tuh??</p>
<p><strong>taboe</strong><br />
yang ini kali ya &#8220;“lebih baek di kucilkan,dari pada hidup dalam kemunafikan”<br />
ato yg ini &#8220;anugrah yang terbaik adalah mati muda&#8221;</p>
<p><strong>hahaha_ha</strong><br />
bukannya &#8220;lebih baik diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan&#8221;&#8230;</p>
<p><strong>ulangalik</strong><br />
saya setuju dengan kalimat dibawah ini</p>
<p>Peduli pada alam membuat siapapun akan lebih peduli pada saudaranya, tetangganya, bahkan musuhnya sendiri. Menghargai dan meyakini kebesaran Tuhan, menyayangi sesama dan percaya pada diri sendiri, itulah kunci yang dimiliki oleh orang – orang yang kerap disebut petualang ini. Mendaki gunung bukan berarti menaklukan alam, tapi lebih utama adalah menaklukan diri sendiri dari keegoisan pribadi. Mendaki gunung adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama.</p>
<p><strong>arek_rimba</strong><br />
Dengan dekat dengan alam hati kita bisa terlatih untuk lebih sensitiv terhadap apapun, dengan tidak sadar kita bisa saja tau bila akan ada bencana, karena kita sudah terlatih di keadaan alam yg sesungguhnya. Dengan dekat (=menghargai) Alam secara tidak langsung kita akan terasa dekat dengan Sang Pencipta. Kenalilah Alam maka kamu akan mengenal siapa dirimu, dan bila kamu Mengenal dirimu maka kamu akan Mengenal juga Tuhanmu.</p>
<p><strong>hahaha_ha</strong><br />
Amin&#8230;</p>
<p><strong>pang-pang</strong><br />
dengan naik gunung bukan berarti kita mempercepat kematian<br />
dengan tidak naik gunung pun bukan berarti kita memperlambat kematian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yendoel</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-31</link>
		<dc:creator>yendoel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 07:00:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-31</guid>
		<description>selain menghargai hidup .. juga adalah &quot;proses belajar&quot; dan dg mendaki gunung juga kita akan semakin kenal dekat teman2 sependakian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selain menghargai hidup .. juga adalah &#8220;proses belajar&#8221; dan dg mendaki gunung juga kita akan semakin kenal dekat teman2 sependakian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rhein</title>
		<link>http://cantigi.net/2008/12/mendaki-gunung-menghargai-hidup/#comment-30</link>
		<dc:creator>Rhein</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 05:05:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=129#comment-30</guid>
		<description>g stuju bgtz tuch...dgn statement mendaki gunung=menghargai hidup...!!
coz kalo g liat mendaki gunung itu ga mudah bgitu jg dlm menjalani hidup...!!wlpn g ga prnh daki gunung...tp pst ga mudah!So...CiayoO...JCLU all...!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>g stuju bgtz tuch&#8230;dgn statement mendaki gunung=menghargai hidup&#8230;!!<br />
coz kalo g liat mendaki gunung itu ga mudah bgitu jg dlm menjalani hidup&#8230;!!wlpn g ga prnh daki gunung&#8230;tp pst ga mudah!So&#8230;CiayoO&#8230;JCLU all&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

