Wednesday , 16 April 2014

Tumbuhan liar yang bisa dimakan

pub-4741920115458715

Kiat hidup darurat adalah penting, dengan pengetahuan survival yang andal, seorang dapat bertahan pada waktu terjepit. Sebagian ilmu survival ini adalah pengetahuan tentang aneka “tumbuhan liar” yang layak dan aman untuk dimakan.
Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia. Artinya, kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, jumlahnya akan berlipat-lipat.
Dari keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan. Untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan ada beberapa faktor yang bisa dijadikan pegangan. Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya bisa dimakan oleh satwa liar adalah tumbuhan yang tidak beracun.
Jadi, kita bisa mengonsumsinya. Sementara itu, tumbuhan yang berbau tak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Contohnya, tumbuhan bergetah yang membuat kulit gatal dianjurkan untuk dihindari.

Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga jangan dikonsumsi. Apabila mendapatkan tumbuhan kemaduh (Laportea stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan panas.
Sementara itu, beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Keluarga palem-paleman, misalnya; kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren dan siwalan, bukan hanya bagian umbutnya (baca; bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya, seperti kelapa dan siwalan.
Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Adapun ciri-cirinya, daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan.
Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa menjadi penyelamat dalam keadaan darurat. Daun begonia umumnya berbentuk jantung tak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit.
Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles (Amorphophallus sp).

Arah Lilitan
Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam), di antaranya gembili (Dioscorea aculeate), gembolo (Dioscorea bulbifera), umbi rambat. Namun, bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, haruslah ekstra hati-hati. Jenis kedua ini misalnya gadung (Dioscorea hispida), yang beracun, walaupun tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan terlebih dahulu.
Sementara keluarga rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi. Di tempat yang lembab dan tinggi, tunas dan daun muda jenis paku-pakuan enak dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan, misalnya markisa (Passiflora sp).
Markisa ini tumbuhan merambat dengan bunga khas. Beberapa anggota keluarga sirsak (Annonaceae), misalnya Annona muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya seperti senggani (Melastoma sp), arbei hutan (Rubus), dan anggur hutan.
Selain tumbuhan tadi, jamur pun bisa menjadi penyelamat di saat tersesat. Namun, kita harus bisa membedakan mana jamur yang biasa dikonsumsi dan jamur liar (beracun). Untuk menghindari makan jamur beracun, perlulah diketahui ciri-cirinya, yaitu warna payungnya gelap atau mencolok, misalnya biru, kuning, jingga, coklat.
Pengecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat itu bisa dimakan. Bau tidak sedap disebabkan mengandung asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak dikonsumsi. Dan jamur beracun umumnya tumbuh di tempat yang kotor, misalnya pada kotoran hewan.

Dengan berbekal ilmu survival, mudah-mudahan ini akan menjadi pegangan penting apabila kita menghadapi masalah di hutan. Yang terpenting, sebaiknya sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan dimasak dahulu untuk mengurangi dampak buruk, seperti diare dan alergi.
Apabila terjadi kasus keracunan, usahakan muntahkan sebisa mungkin, dan minumlah air kelapa atau bila ada gunakan “pil norit” untuk membantu mengurangi kadar keracunan.

Oleh : Budi Imansyah S

begonia
buah berry
daun pakis

10 comments

  1. nice post!
    jamur2 berwarna-warni jangan dimakan, biasanya beracun.
    pernah lagi materi survival, nemu jamur warna coklat. terus aku gosok2in ke lengan dulu. setelah ditunggu2, gak ada reaksi gatel2..tuh jamur langsung aku telan mentah2. bukan lapar..tapi pengen nerapin aja ilmu survival. nemu jg stroberi hutan,enak! pernah juga makan jantung pisang, tapi biasa2 aja, gak ada enaknya. mungkin karena kita gak bisa ngolah. cuman dimasak dg garam. jelas gak enak…!
    beruntung bener kalo nemu jambu di hutan/gunung hehehee..

  2. he 3x..
    apalagi kalo nemu duren di gunung Ce, tambah seneng lagi. :woot:
    kalo di Ciremai ada sejenis buah yang mirip rambutan tapi bedanya kalo rambutan itu lemes tapi kalo buah itu rambutnya seperti duri dan pantat terasa tertusuk kalo kita main asal duduk aja. Nah buah itu bisa dimakan bijinya dengan cara dibakar dan rasanya seperti kacang.

    • tapi kalo di kebun binatang safari malah ada binatang berduri tapi tidak ber-rambut yang kalo didudukin bisa bikin berdarah-darah juga.tebak binatang apakah itu???terus, binatang ini unik juga.kalo ada musuh malah mengguklungkan dirinya, bukannya bertempur.itulah sebabnya untuk tradisi di daerah tertentu, binatang ini adalah binatang yang pantang dimakan ketika akan berperang karena konon binatang ini berpengaruh pada mental.konon bisa membuat pemakan binatang ni bersifat pengecut juga.tapi bener enggak Ya????so…bagi kita-kita yang hobi mencari nutrisi buat survival, ati2…jangan ampe makan daging binatang ini.tar malah jadi gak brani survive kan bahaya?heheheh :lol: :lol: :lol:

  3. enak juga ya, daun pakis disayur..
    rasanya krenyes – krenyes

  4. enak klo ada kfc di hutan …..

  5. ada mas, di jungle bogor…
    :D

  6. daun pakis
    itu gak beracun. itu dulu sering km makan buat sayur (dicampur)
    enak lagi daun pakis.. Tapi kalo bisa pucuknya (yang masih musa, biar lembek[gak keras saat dikunyah])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons