(Ngapain) Kembali ke Argopuro

"Foto-foto elu di Argopuro busuk" kata-kata Acong itu akhirnya juga mempengaruhiku untuk kembali mendaki Gunung Argopuro setelah 2 tahun sebelumnya saya pernah ke sini. 31 Agustus 2011 Setelah malam sebelumnya, saya mengirimkan SMS ke Djanu agar sampai ke Stasiun Kota tepat pukul 07.00 WIB biar mendapatkan tempat duduk di Kereta Gaya Baru Malam Selatan. Tapi [...]

By | September 12th, 2011|Jelajah|10 Comments

Catatan yang tertinggal di Ciremai

Ciremai 6 tahun yang lalu Singkat cerita,  kami (Beny, Noel, dan gw)  sudah sampai Pos Pengasinan (2.860 m dpl) sekitar setengah jam lagi ke Puncak dan kami memutuskan untuk tidak ke Puncak saat itu karena hari sudah menunjukan pukul 18.00 wib. Seperti biasa kami tidak membawa tenda (males amat seh bawa tenda! Tolong jangan ikuti [...]

By | June 1st, 2009|Jelajah|15 Comments

Hipotermia

Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi. Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal-kristal es yang menempel pada daun-daunan dan bunga edelweis. Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh ernergi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan. Gejala -gejala kedinginan biasanya Pendaki akan menggigil kedinginan, gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban. […]

By | January 28th, 2009|Jelajah|2 Comments